Tampilkan postingan dengan label rangkaian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rangkaian. Tampilkan semua postingan

20 Desember 2016

RANGKAIAN APLIKASI PENGUAT SATU TRANSISTOR DAN PENGUAT TARANSISTOR BERTINGKATAPLIKASI PENGUAT SATU TRANSISTOR DAN PENGUAT TARANSISTOR BERTINGKAT


APLIKASI PENGUAT SATU TRANSISTOR 
DAN PENGUAT TARANSISTOR BERTINGKAT


a. Penguat Dasar Transistor
Transistor mempunyai tiga elektroda (base, emitor, dan elektor) sehingga pada dasarnya transistor dapat dirangkai menjadi tiga macam penguat dasar yang dikenal sebagai konfigurasi penguat, yaitu:
1. Konfigurasi base emitor (common base)
2. Konfigurtasi emitor bersama (common emitor)
3. Konfigurasi kolektor bersama (common collector); yang dikenal sebagai rangkaian pengikut emitor (emitor follower).
Ketiga jenis konfigurasi ini mempunyai sifat atau harga parameter yang berbeda.




APLIKASI PENGUAT SATU TRANSISTOR 




b. Penguat Bertingkat
            Transistor dapat berfungsi sebagai penguat sinyal. Jika sinyal AC dipasang pada masukan akan mengakibatkan perubahan arus pada keluarannya. Jika resistor beban dipasang. Sinyal keluaran yang dihasilkan dapat lebih besar dari sinyal masukannya. Pembesaran sinyal ini disebut sebagai penguatan. Hal ini tentunya terjadi jika transistor diberi bias (tegangan DC) dengan benar. 
           Dalam percobaan ini, akan dilakukan pengukuran pengukuran terhadap penguat transistor diberi bias (tegangan DC) dengan benar.
       Dalam percobaan ini, akan dilakukan pengukuran terhadap transistor dengan konfigurasi bersama, sehingga base sebagai masukan, sedangkan kolektor sebagai keluaran (gambar 10.1). Dalam pembahasan perlu diperhatikan komponen-komponen yang dapat mempengaruhi sinyal AC sumber tegangan dan kapasitor dianggap hubung singkat (diganti dengan tahanan didalamnya). Tegangan AC dasar pada penguat adalah tegangan kolektor terhadap ground (VC0, tegangan emitor (VE) dan Tegangan Basis (VB)).




PENGUAT TARANSISTOR BERTINGKAT


Menentukan penguatan tegangan
Tegangan keluaran (VC) adalah
VC = Ic.Rc
      ≈ Ie.Rc(Ic.Ie)

Tegangan masukan (Vb) adalah
Vb         = Vbe + Ie.Re
             = Ie.Re’+Ie.Re’
             = Ie(re’+Re) re << Re

Penguatan tegangan untuk transistor
Konfigurasi common emitor dapat dihitung secara pendekatan
Av        = Vc / Vb
            = ie * Rc / ie * Re
            = Rc / Re

          Untuk rangkaian penguat AC, pada umumnya dipasang kapasitor langsung pada resistor emitor berfungsi untuk memperbesar penguatan tegangan. Dalam pemakaian secara umum, diperlukan suatu penguat sinyal dengan penguatan yang cukup besar sehingga diperlukan beberapa penguat diskrit yang dihubungkan. Untuk penggabungan penguat-penguat ini diperlukan komponen penghubung yang disebut kopling. Kopling yang banyak dijumpai untuk penguat sinyal dengan frekuensi di atas 10 hz adalah jenis kopling RC (resistance kapasitance kopling). Kapasitor kopling mempunyai sifat melewatkan sinyal AC tetapi menghalangi tegangan DC. Ini perlu untuk mencegah bergesernya titik kerja (Q point) transistor. Penguatan tegangan penguat bertingkat ini merupakan perkalian antara tingkat pertama dan kedua. Av = A1.A2

Ø Menentukan tanggapan frekuensi (frekuensi response)

       Setiap perubahan frekuensi masukan penguatan transistor akan berubah. Ini disebabkan faktor-faktor yang ada di dalam transistor (seperti kapasitor sambungan) atau komponen-komponen pendukungnya. Untuk melakukan pengukuran dapat dilakukan dengan mengukur tegangan masukan dan tegangan keluaran untuk daerah frekuensi yang lebar. Sehingga diperoleh penguatan tegangan yang turun sebesar 0,707 penguatan maksimum. Pada frekuensi yang penguatan turun sebesar x vmax adalah batas frekuensi yang diizinak lewat (frekuensi cut off).

RANGKAIAN PENGUAT DASAR TRANSISTOR

PENGUAT DASAR TRANSISTOR


          Transistor mempunyai tiga elektroda (base, emitor, dan kolektor) sehingga pada dasarnya transistor dapat dirangkai menjadi tiga macam penguat dasar yang dikenal sebagai konfigurasi penguat, yaitu :

1.       Konfigurasi Base Emitor (common base);
2.       Konfigurasi Emitor Bersama (common emitor);
3.       Konfigurasi Kolektor Bersama (common colector) yang dikenal sebagai rangkaian pengikut emitor (emitor follower).


Ketiga jenis konfigurasi ini mempunyai sifat atau harga parameter yang berbeda.


Berikut adalah gambar rangkaian dari penguat dasar transistor yang telah di rancang pada LiveWire, sehingga didapatkan hasil penguatan dari masing-masing common.


1. Konfigurasi Base Emitor (common base)





2. Konfigurasi Emitor Bersama (common emitor)




3.  Konfigurasi Kolektor Bersama (common colector) yang dikenal sebagai rangkaian pengikut emitor (emitor follower).





        Selamat Mencoba :)

18 Desember 2016

RANGAKAIAN SEDERHANA ALAT PENDETEKSI AIR HUJAN DENGAN IC 555

BAB XI
ALAT PENDETEKSI AIR HUJAN


11.1  Tujuan
Setelah latihan merancang rangkaian elektronika sederhana, mahasiswa dapat :
1.      Membaca gambar diagram sistematik dengan baik dan benar
2.      Merancang dan membuat PCB sesuai dengan gambar sistematik
3.      Melakukan penyolderan komponen-komponen elektronika dengan baik dan benar
4.      Menghasilkan rangkaian elektronika sederhana sesuai dengan fungsinya

11.2  Dasar Teori
Rangkaian ini menggunakan IC555 atau IC Timer. Pada rangakian ini IC 555 digunakan sebagai pembangkit sinyal kotak dengan frekuensi 1 KHz. Pada titik A-B kita hubungkan ke sensor air yang kita buat sendiri. Jika titik A-B terhubung maka IC 555 akan mengahasilkan sinyal kotak pada kaki no 3 sehingga speaker akan berbunyi.  Dalam membuat sensor air, semakin lebar/besar semakin baik karena kemungkinan tetes air hujan menganai papan semakin besar.

11.3  Daftar Alat
No
Nama Alat
Spesifikasi
Jumlah
1
Gambar layout komponen
Rangkaian pendeteksi air hujan
1 set
2
Layout pada kertas kalender
Jalur rangkaian
1 set
3
Setrika

1 buah
4
Solder
30W/220W
1 buah
5
Penyedot timah

1 buah
6
Tang potong

1 buah
7
Tang lancip

1 buah
8
Cutter

1 buah
9
Pinset

1 buah
10
Mistar baja

1 buah
11
Landasan solder

1 buah
12
Multimeter

1 buah
13
Mata bor
1 mm, 3mm, 0.8mm
1 buah

11.4 Daftar Bahan
No
Nama Alat
Spesifikasi
Jumlah
1
Resistor
56k ohm
1 buah
2
Resistor
10k ohm
1 buah
3
Kapasitor
0.01 µF
2 buah
4
Kapasitor
1 µF/15 V
1 buah
5
IC 555

1 buah
6
Buzzer/Speaker
8 ohm / 0.5 W
1 buah
7
Sensor air

1 buah


11.5   Keselamatan Kerja
1.      Saat melubangi papan PCB dengan bor lakukanlah dengan hati-hati
2.      Selalu letakkan solder dalam keadaan panas dalam landasan solder
3.      Jangan hisap asap yang dikeluarkan solder karena mengandung racun
4.      Jangan terlalu lama menempelkan mata solder pada kaki komponen-komponen  yang sensitive terhadap panas

11.6   Langkah Kerja
1.      Potonglah papan PCB dengan ukuran 10 x 5 cm
2.      Amplaslah permukaan papan PCB dan bersihkan papan PCB menggunakan sabun
3.      Print lalu potokopilah menggunakan kertas kalender layout yang akan di gunakan
4.      Pindahkan jalur yang telah kita buat ke papan PCB tersebut sesuai dengan jalur yang telah ada, dengan cara di setrika
5.      Rapikan dan bersihkan papan PCB dari kotoran ataupun jalur yang tertempel tidak sempurna
6.      Rendamlah papan PCB yang telah diberi jalur dengan rugos tersebut pada larutan FeCl selama kurang lebih 10 menit, sampai lapisan tembaga pada papan tersebut mengelupas
7.      Borlah papan PCB tersebut sesuai pada tempat yang ada
8.      Mulailah merangkai alat pendeteksi air hujan sesuai dengan skema yang ada
11.7   Cara Kerja
Pada dasarnya rangkaian detektor hujan ini mendeteksi adanya hujan melalui terhubungnya terminal sensor oleh air hujan. Rangkaian detektor hujan ini sangat sederhana dan dibangun menggunakan komponen utama sensor air dan sebuah IC 555. Sensor air pada rangkaian detektor hujan ini dapat dibuat dengan PCB kemudian didesain sedemikian rupa sehingga prinsip terjadi hubungan antara 2 terminal pada saat terkena air terpenuhi. Sebagai indikator bila sensor tersebut mendeteksi adanya hujan maka rangkaian ini akan memberikan sinyal output berupa bunyi buzzer
11.8     Gambar Rangkaian



11.9     Layout







11.10 Kesimpulan

1.    Rangkaian detektor hujan ini dibangun menggunakan komponen utama sensor air dan sebuah IC 555.
2.    Sebagai indikator bila sensor tersebut mendeteksi adanya hujan maka rangkaian ini akan memberikan sinyal output berupa bunyi buzzer.

11.11     Saran

1.      Menyolderlah dengan hati-hati.
2.      Lakukan pekerjaan dengan sabar.
3.      Pasanglah komponen dengan benar.
4.      Jangan sampai adanya jalur yang tak terhubung menjadi terhubung, karena kemungkinan akan membuat rangkaian tidak bekerja sebagaimana semestinya.